Kemenag OKU TIMUR Akan Pelajari Kasus Subulussalam

Kemenag OKU TIMUR Akan Pelajari Kasus Subulussalam

DetakOKU.com OKU TIMUR – Terkait masalah yang terjadi antara Madrasah Aliyah Subulussalam 1 dan Madrasah Aliyah Subulussalam 2 kecamatan Semendawai Suku 3 Kabupaten OKU Timur sudah mendapat sikap dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) OKU Timur. Saat ini pihak Kemenag sedang mempelajari duduk perkara permasalahan tersebut.

“Kami lagi mempelajari, apa dasar dari masalah itu sehingga bisa terjadi,” ungkap Kepala Kemenag OKU Timur, Muhammad Ali, Senin siang (17/8) ketika dibincangi di Gedung Balai Rakyat, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten OKU Timur, Desa Kota Baru Selatan, Kota Martapura.

Dikatakannya, pihak Kemenag sudah mendapat surat dari MA Subulussalam 2, dalam surat tersebut, disimpulkan oleh Muhammad Ali, seputar persaingan antar dua sekolah. Meski bernama mirip, kedua madrasah ini beda yayasan. Ada kecenderungan perebutan murid di dua sekolah itu. “Sepertinya dipicu persaingan antar madrasah, kita sedang mempelajari masalah itu,” jelas Muhammad Ali.

Kemudian, kata Muhammad Ali, dirinya sudah memerintahkan staffnya untuk menindaklanjuti. Dalam hal ini Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah untuk mencoba melakukan mediasi antar dua sekolah yang sedang bermasalah. “Kita coba mediasi, kita harap dapat duduk bersama untuk mendapat solusi yang baik,” tegasnya lagi.

Sebagai informasi, sebelumnya puluhan siswa Madrasah Aliyah Subulussalam 2 pindah beramai-ramai ke sekolah lain Madrasah Aliyah Subulussalam 1, Desa Sriwangi Kecamatan Semendawai Suku 3 OKU Timur. Wartawan detakOKU.com melaporkan bahwa peristiwa kepindahan siswa tersebut merupakan keputusan orangtua karena menilai kebijakan MA Subulussalam 2 dalam proses belajar mengajar, tidak sesuai lagi dengan harapan para wali murid.

Jamikan salah seorang orang tua siswa mengatakan setelah dirinya mengetahui pelajaran yang ada di sekolah MA Subulussalam 2 tidak sesuai dengan harapan pelajaran pesantren, maka ia berinisiatif untuk memindahkan putranya ke MA Subulussalam 1 yang masih mengutamakan pelajaran pesantren. “ Intinya meski anak kita sekolah formal, namun pelajaran pesantren harus tetap diutamakan,” terangnya.

Sementara itu, Gus Abu Hasan Al Asary putra KH Abu Mansyur pendiri Ponpes Subulussalam mengaku mendapat banyak masukan dari orang tua wali siswa dan meminta mereka mintak pindah dari MTS/ MA Subulussalam II ke MTS/MA Subulussalam I . “ Intinya banyak wali siswa/santri yang datang ke saya dan mintak pindah. Dan saya harap MTS/MA Subulussalam 2 memberikan kebebasan dan tidak mempersulit,” terangnya.

Sementara itu Kepala Sekolah MA Subulussalam II Drs Afifurrahman mengatakan untuk system pembelajaran di MTS/ MA Subulussalam II tetap memperhatikan pelajaran pesantren. “ Kita tetap sinergikan, antara pesantren dan formal. Jadi tidak benar sekolah mengesampingkan pelajaran pesantren. Seperti ketika Ramadhan kemaren. Kita tidak libur dan mengadakan pesantren kilat,” terangnya.

Iapun, mengaku tidak mempermasalahkan atau mempersulit jika ada wali murid yang anaknya mau pindah ke MTS/MA Subulussalam I .” Jika ada yang mau pindah kita persilahkan. Pihak sekolah tidak akan mempersulit. Hanya saja jika ada nilai atau administrasi yang belum diselesaikan agar diselesaikan terlebih dahulu,” tukasnya.

Go to top