Demi Shabu-Shabu, Oknum PNS Di OKU Rela Gadaikan SK

Demi Shabu-Shabu, Oknum PNS Di OKU Rela Gadaikan SK

detakoku.com Baturaja- Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) merelakan Surat Keputusan (SK) dirinya sebagai ASN tergadi demi bisa menikmati barang haram yaitu Shabu-shabu. Oknum ASN yang berinisial AP yang merupakan salah satu pegawai berkantor di Dinas Pertanian OKU tertangkap polisi saat berpesta Shabu-sabu di salah satu rumah bandar Shabu di kawasan KM 5 Kelurahan Kemelak Bindung Langit pada Selasa kemarin (20/3).

Jajaran Sat Narkoba Polres OKU pimpinan Kasat Narkoba AKP Widhi Andika Darma, SH, SIK. Parahnya lagi, oknum PNS ini sedang berseragam dinas lengkap saat jam kerja. Bahkan tidak hanya itu, bersamaan dengan penangkapan itu juga diringkus dua lainya, salah satunya honorer di dinas yang sama yakni AR warga Jl Padat Karya Lrg Kandis kel Sekar Jaya Baturaja Timur serta satu bandar RS, warga Kemelak Bindung Langit.

Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Narkoba AKP Widhi Andika Darma, SH, SIK, saat ungkap kasus ini di Polres OKU pada Rabu (21/3) siang, menjelaskan awal mula penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat. Setelah mendapat informasi, anggota pimpinan AKP Widhi langsung melakukan penyelidikan. Di mana salah satu pelaku jadi incaran sejak lama.

“Penangkapan ini berawal ketika petugas hendak mengangkap tersangka RS, namun saat dilakukanpenggerbakan ada Dua orang yang tengah memakai Sahbu,” terang Kapolres OKU NK Widhi.

Ditambahkannya, Hasil pengerebekan itu sendiri selain mengamankan tiga pelaku dikatakan Kapolres pihaknya juga berhasil mengamankan, sabhu seberat 8 gram, klip kecil, uang Rp 100 ribu, alat hisap bong yang masih berisi shabu bekas hisapan serta tiga handphone.

Ancaman sendiri, tegas Kapolres, jika untuk RS, bandar narkoba dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 114 ayat 2 Jo 112 ayat 2 UU narkoba nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman seumur hidup. Sementara untuk dua orang oknum PNS dan Honorer Dinas Pertanian masih dalam penyelidikan namun untuk hukumannya maksimal 20 tahun penjara.

Terpisah, Sekda OKU Dr Drs H Achmad Tarmizi, SE, MT, MSi, saat dikonfirmasi terkait penangkapan oknum AKAN yang terlibat kasus narkoba mengatakan jika dirinya baru mengetahui hal tersebut. Namun, kata mantan Kepala Dinas Pendidikan ini, setiap ASN yang terlibat narkoba tidak akan ada tolerir dari Pemkab OKU, “Silakan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Tarmizi.

Terkait statusnya sebagai seorang ASN Tarmizi menegaskan jika pihaknya tinggal menunggu putusan dari pengadilan, “Kita lihat dulu putusan dari pengadilan, kalau sanksi pasti kita berikan sanksi kepada oknum tersebut,” tegasnya.

Di sisi lain, AP, oknum ASN yang tertangkap narkoba mengatakan jika sabu adalah semacam suplemen bagi dirinya. Jika tidak mengkonsumsi sabu dirinya akan mengalami lemah fisik dan pegal-pegal, “Kalau makai sabu, seperti hidup ini tenang dan rileks. Aku jugo baru setahun ini jadi pencandu narkoba, duet buat beli narkoba dari minjem duet bank, gadaike SK,” pungkasnya.

Go to top