1.000 Ha Lahan Dipersiapkan Untuk Tanaman Palawija

DetakOKU.com  BATURAJA - Pencanangan swasembada pangan oleh Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, sejak tahun 2009 terus dilakukan.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kab OKU John Herly,ST,MSi menjelaskan, pembukaan lahan pertanian baru sudah dilaksanakan sejak tujuh tahun lalu, dari potensi lahan 6.000 hektar yang ada. (Baca tulisan terkait sebelumnya).

Menurutnya, untuk mewujudkan swasembada pangan tersebut, pihak Departemen Pertanian telah menyusun 'grand design' upaya khusus bagi peningkatan hasil produksi pertanian padi, palawija jenis jagung dan kedelai.

"Untuk jenis tanaman kedelai khususnya, akan dipersiapkan lahan seluas 1.000 hektar. Insya Allah bisa berhasil," ungkapnya kepada DetakOKU.com, Jumat (15/5/2015).

Dijelaskan John Herly, dalam peningkatan lahan tanaman palawija, kendala yang dihadapi adalah bila lahan yang baik untuk tanaman palawija menjadi milik pribadi atau masyarakat. Sementara itu, kondisi masyarakat sudah terbiasa dan merasa nyaman dengan tanaman yang ada, pohon karet yang memroduksi getah karet (Balem) dengan hasil produksi yang menurut masyarakat sudah bisa diukur penghasilannya.

Dalam kajian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, lahan yang dipersiapkan untuk tanaman palawija, meliputi wilayah Kecamatan Sosoh Buay Rayap dan Kecamatan Tungku Jaya.

Diakui John Herly, apa yang dilakukan Dinas bersama Kelompok Tani sudah berjalan cukup baik. Sementara itu, untuk meningkatkan hasil produksi tanaman palawija, John Herly menggunakan pola bagi areal lahan tanaman karet 3 = 2 : 1, artinya, dari luas lahan 3 hektar misalnya, akan ditanami pohon karet di areal seluas dua hektar (2 Ha), dan satu hektar (1 Ha) untuk tanaman palawija.

"Untuk tanaman palawija baru dimulai tahun ini. Dengan bimbingan dari para Penyuluh Pertanian, Insya Allah akan berhasil," terang Sekdis Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Last modified on Saturday, 16/05/2015

Go to top