Juanda-Didi Belum Lunas Bayar Honor Saksi

DetakOKU.com BELITANG -  Meskipun Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten OKU Timur telah selesai dan Komisi Pemilihan Umum Daerah ( KPUD) OKU Timur sudah menetapkan pemenangnya, namun ternyata masih ada cerita yang menyedihkan dibalik itu semua. Cerita tersebut adalah belum dibanyarnya sebagian honor saksi.

Koordinator Desa (Kordes) dan Koordinator Kecamatan (Korcam)  oleh calon Bupati dan wakil Bupati no urut 3 Juanda yang juga ketua partai PAN Kabupaten OKU Timur dan Didi Apriadi wakil sekjen Hanura pusat yang juga staf ahli Kementrian Perindustrian Republik Indonesia.

Honor Saksi yang seharusnya dibayar Rp 200 ribu, honor Kordes Rp 500 ribu dan honor Korcam Rp 1 juta baru dibayar setengahnya. Sedangkan yang setengahnya lagi hingga berita ini diterbitkan belum dibayar oleh pasangan Juanda-Didi Apriadi.

“Ya benar, honor kami yang setengah lagi belum dibayar. Bahkan pak Juanda dengan pak Didi terkesan saling lempar tanggung jawab,” kata Ngabirin Korcam Kecamatan Belitang dan juga diamini oleh Korcam Belitang II Andi Widodo, Korcam Belitang III Sugiman dan Korcam Belitang Jaya Budiono.

Menurut mereka, selaku Korcam  mereka malu dan pusing karena sampai sekarang terus dikejar-kejar oleh para Kordes dan saksi di wilayah Kecamatan Belitang.

”Karena itulah melalui media ini kami minta pak Juanda-Didi segera membayar sisa honor kami. Sebab kami selaku tim Juanda-Didi sudah menjalankan tugas kami sampai selesai perhitungan suara di dingkat TPS. Dan C1 masih kami pegang,” katanya.

Dijelaskan oleh para Korcam tersebut, saat pembayaran honor Korcam, Kordes dan saksi yang setengah perwakilan dari Juanda-Didi mengatakan bahwa honor baru bisa dibayar setengah dulu karena dana belum cukup. Tapi tidak kuatir yang setengahnya lagi akan dibayar setelah mengumpulkan C1.

Tapi setelah C1 akan dikumpulkan oleh Korcam di Posko kemenangan Juanda-Didi di wilayah Belitang ternyata sudah tutup, tanpa ada satu penghuni pun yang tertinggal. Lalu kemudian Korcam Dapil 4 dan 5 berkumpul di rumah saya di wilayah BK 11 Desa Bedilan, semendara pak Didi dan pak Juanda tidak bisa dihubungi,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sugiman, Kordes Desa Tulung Harapan Kecamatan Semendawai Timur. Menurut Sugiman, Juanda dan Didi harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan setengah dari honor para saksi, Kordes dan Korcam ini.” Itu hak kami, jadi kami minta Pak Juanda dan Didi Apriadi segera membayar karena kami telah bekerja,” ujarnya.

Terpisah, Didi Apriadi melalui SMS tertangal 9 bulan Desember 2015 mengatakan bahwa sesuai kesepakatan dengan Ruly untuk honor 50 persen diawal, dia yang bayar dan yang 50 persen setelah C1 terkumpul Juanda yang bayar.

”Kami punya bukti-buktinya,” katanya.

Sementara Ruly tim sukses dari partai PAN yang juga bendahara partai PAN melalui SMS tertanggal 04 bulan Januari 2016 mengatakan SMS itu tidak benar. Menurutnya sejak awal mereka rapat dengan Didi, Juanda hanya sangup bayar honor saksi Rp 100 ribu, Kordes Rp 300 ribu dan Korcam Rp 500 ribu. “Tapi pak Didi ngotot untuk lebih karena kata beliau ada dana bantuan, ternyata nihil, aku yang jadi tumbal,” katanya.

Dengan adanya saling lempar tanggung jawab tersebut hingga kini yang menjadi korban adalah para saksi, Kordes dan Korcam sekabupaten OKU Timur. (Supri Adin) 

Go to top