Belum Ada Titik Temu, Warga Desa Jayapura Lengot Masih Keberatan Ekplorasi Tambang dengan Cara Blasting

lokasi tambang batubara di okut lokasi tambang batubara di okut

DetakOKU.com Baturaja - Kisruh antara sebagian warga Desa Jayapura Lengot Kecamatan Jayapura Kabupaten OKU Timur mengenai aktivitas pertambangan batu andesit yang menggunakan bahan peledak (blasting) sepertinya masih berlanjut, sebelumnya data yang dihimpun oleh awak media dari kepala desa dan sebagian warga pada minggu (28/2).

Bahwa keberadaan pertambangan batu split andesit yang berlokasi di desa Way Salak, Condong Kambang dan Jayapura yang dikelola oleh CV. ATS dengan luas area kurang lebih 50 H ini tidak terlalu dipersoalkan aktivitasnya, tetapi akhir-akhir ini aktifitas pertambangan menggunakan bahan peledak (blasting) membuat sebagian masyarakat khawatir akan merusak lingkungan terutama areal perkebunan milik warga terutama yang berdekatan dengan lokasi tambang.

Sebelumnya pada bulan Mei tahun 2015, CV. ATS telah melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang peledakan (blasting), namun hal itu ditolak sebagian warga dengan alasan proses sosialisasi langsung melakukan demo ledak, terang Kepala Desa Jayapura.

"Keberadaan tambang milik CV. ATS ini sama sekali tidak memberikan kontribusi untuk masyarakat, hanya acara-acara kecil saja yang mereka bantu," ujar Dede Patrianda, Kepala Desa Jayapura OKU Timur kepada awak media.

"Masyarakat tidak keberatan dengan usaha ini asal tidak pakai peledak," terangnya.

"Hanya 1% warganya yang bekerja di pertambangan tersebut, dan juga tidak ada kontribusi untuk menambah kas Desa," lanjutnya.

Masyarakat hanya meminta untuk menghentikan kegiatan peledakan, dan tidak mempersoalkan kegiatan tambang secara manual.

Untuk diketahui sebagian masyarakat telah mengamankan satu unit alat bor dan kompresor milik CV. ATS yang saat ini dititipkan di kantor Pemkab OKU Timur.

Disinggung mengenai pertemuan yang telah di fasilitasi oleh Pemkab, antara Masyarakat dan pihak CV. ATS, Kepala Desa mengatakan, sudah melakukan pertemuan sebanyak tiga kali namun belum menemukan titik terang, hingga pertemuan berikutnya yang diagendakan pada hari Senin (29/02) di Pemkab OKU Timur.

Last modified on Monday, 29/02/2016

Go to top