Peserta BPJS Keluhkan Adanya Perubahan Harga Saat Pembayaran Iuran di ATM

Struk bukti pembayaran BPJS yang dikeluarkan mesin ATM. Terjadi perubahan harga saat pembayaran iuran BPJS di ATM Struk bukti pembayaran BPJS yang dikeluarkan mesin ATM. Terjadi perubahan harga saat pembayaran iuran BPJS di ATM

detakOKU.com BELITANG - Watin (40) warga Desa Tulung Harapan, Kecamatan Semendawai Timur mengeluhkan adanya perubahan pembayaran angsuran kartu peserta BPJS milik istrinya di salah satu Bank swasta yang bekerjasama dengan pihak BPJS. Biasanya ia membayar untuk kelas 2 hanya Rp 42.500 perbulannya, tapi untuk bulan Agustus ini dia membayar sebesar Rp 129.200.

“Saya kaget kok mahal banget, saya bayar hingga Rp 129.200. Lalu saya kemudian mempertayakan masalah ini ke karyawan Bank swasta di wilayah Tugu Mulyo Kabupaten OKI dimana disana mesin ATM tempat biasanya saya membayar iuran setiap bulannya. Karyawan Bank tersebut dengan entengnya menjawab bahwa sudah ada kenaikan untuk pembayaran iuran kartu BPJS ini,” kata Watin saat dibincangi wartawan.

Menurut Watin, kalau memang ada kenaikan yang kelas 2 dari Rp 42.500 menjadi Rp 129.200 dirinya berencana untuk berhenti saja menjadi peserta kartu BPJS. ”Kalau kami setiap bulan harus membayar senilai tersebut, sudah dipastikan kami tidak akan mampu, karena kami ini hanya petani biasa,” ujarnya.

Seperti diketahui selama ini untuk pembayaran iuran kartu BPJS untuk kelas I sebesar Rp 25.500. untuk kelas II sebesar Rp 42.500 dan untuk kelas III sebesar Rp 59.500. Dan, hingga berita ini diterbitkan belum ada berita di media nasional ada kenaikan iuran kartu BPJS tersebut.

Go to top